RSS

Pantai Indrayanti

pantai indrayanti,pantai indrayanti jogja,lokasi pantai indrayanti,peta pantai indrayanti,pantai indrayanti yogyakarta, pantai indrayanti gunungkidulPantai Indrayanti terletak di sebelah timur Pantai Sundak, Pantai yang dibatasi bukit karang ini merupakan salah satu pantai yang menyajikan pemandangan berbeda dari beberapa pantai lain yang ada di Gunung Kidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, air laut yang jernih dan bukit karang yang mempunyai daya tarik sungguh mempesona para wisatawan untuk datang dan bahkan minkmati keindahan dan kejernihan Pantai Indrayanti. Sepanjang Pantai Indrayanti juga dilengkapi dengan restoran dan cafe serta deretan penginapan yang akan memanjakan wisatawan, kelengkapan fasilitas itulah yang membedakan Pantai Indrayanti dengan beberapa Pantai lain di wilayah Gunung Kidul, dan membuatnya menjadi tempat wisata di Yogyakarta yang sangat tenar untuk saat ini. Pada malam hari, gazebo  yang tepat berada di bibir pantai akan terlihat sangat cantik dihiasi kerlip sinar lampu. Menikmati makan malam di cafe disepanjang Pantai Indrayanti ditemani desiran angin laut dan alunan gemuruh ombak akan memberikan suasana romantis yang tak terlupakan, beragam menu mulai dari hidangan laut hingga nasi goreng juga dapat di pesan di beberapa restoran yang ada.
Pesona Keindahan Pantai Indrayanti | Sumber gambar : images.google.com

Lokasi Pantai Indrayanti Gunung Kidul

Pantai Indrayanti merupakan Pantai yang masuk di kawasan kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta. Pantai Indrayanti tepatnya berada di kawasan pantai Sundak Kecamatan Tepus Gunung Kidul Yogyakarta, walaupun Pantai Indrayanti termasuk golongan pantai baru tapi Anda yang datang ke pantai tersebut sudah sangat ramai, apalagi bila waktu liburan tiba, bahkan jalan untuk menuju ke Pantai Indrayanti bisa dipastikan akan selalu macet karena terlalu banyak Anda yang menuju ke Pantai tersebut untuk menikmati keindahannya. Waktu dulu Pantai Indrayanti memang masih kalah tenar dengan Pantai disekitarnya, seperti Pantai Baron maupun Pantai Bukup, tapi untuk saat ini Pantai Indrayanti sudah menjadi objek wisata pantai nomer wahid di Kabupaten Gunung Kidul.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Gua Pindul

Gua Pindul adalah objek wisata berupa gua yang terletak di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul.Gua Pindul dikenal karena cara menyusuri gua yang dilakukan dengan menaiki ban pelampung di atas aliran sungai bawah tanah di dalam gua, kegiatan ini dikenal dengan istilah cave tubing.[1] Aliran sungai bawah tanah dimulai dari mulut gua sampai bagian akhir gua, di dalam gua terdapat bagian sempit yang hanya bisa dilewati satu ban pelampung, sehingga biasanya wisatawan akan bergantian satu per satu untuk melewati bagian ini. Panjang gua Pindul adalah 350 meter dengan lebar 5 meter dan jarak permukaan air dengan atap gua 4 meter. Penelusuran gua Pindul memakan waktu kurang lebih selama satu jam yang berakhir pada sebuah dam.Aliran sungai yang berada di dalam Gua Pindul berasal dari mata air Gedong Tujuh. Obyek wisata Gua Pindul diresmikan pada 10 Oktober 2010.


Legenda

Legenda penamaan Gua Pindul yang dipercayai dan dikisahkan turun temurun oleh masyarakat sekitar berasal dari kisah perjalanan Joko Singlulung yang menelusuri hutan lebat, sungai, hingga gua untuk mencari ayahnya.Saat sedang menyusuri 7 gua yang memiliki aliran sungai di bawahnya, kepala Joko terbentur sebuah batu sesar yang ada di dalam gua.Gua tempat Joko terbentur tersebut dinamai Gua Pindul yang berasal dari kata dalam bahasa Jawa pipi gebendul yang berarti pipi yang terbentur.
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Candi Borobudur

Candi Borobodur adalah monumen Buddha terbesar di dunia. Dibangun pada masa Raja Samaratungga dari Wangsa Syailendra pada tahun 824. Candi Borobudur dibangun 300 tahun sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 400 tahun sebelum katedral-katedral agung di Eropa.

Candi Borobudur memiliki luas 123x123 m² dengan 504 patung Buddha, 72 stupa terawang dan 1 stupa induk. Bentuk candi ini beraksitektur Gupta yang mencerminkan pengaruh India. Setelah berkunjung ke sini Anda akan memahami mengapa Borobudur memiliki daya tarik bagi pengunjung dan merupakan ikon warisan budaya Indonesia.

Lembaga internasional dari PBB yaitu UNESCO mengakui sekaligus memuji Candi Borobudur sebagai salah satu monumen Budha terbesar di dunia. Di Candi ini ada 2672 panel relief yang apabila disusun berjajar maka panjangnya mencapai 6 km. Ansambel reliefnya merupakan yang paling lengkap di dunia dan tak tertandingi nilai seninya serta setiap adegannya adalah mahakarya yang utuh.

Sejak pertengahan abad ke-9 hingga awal abad ke-11, Candi Borobudur menjadi tempat peziarah umat Budha dari China, India, Tibet, dan Kamboja. Candi Borobudur menjadi salah satu jejak sejarah paling penting dalam perkembangan peradaban manusia. Kemegahan dan keagungan arsitektur Candi Borobudur merupakan harta karun dunia yang mengagumkan dan tak ternilai harganya.

Borobudur terdiri dari 1460 panel relief dan 504 stupa namun sebenarnya masih ada 160 panel yang sengaja ditimbun di bagian paling bawah, berisi adegan Sutra Karmawibhangga (hukum sebab-akibat). Ada pula yang menyatakan bahwa penimbunan bagian bawah tersebut untuk menguatkan bagian pondasi yang sejak awal ditemukan sudah sangat rusak.

Candi Borobudur dibangun selama 75 tahun di bawah pimpinan arsitek Gunadarma dengan 60.000 meter kubik batuan vulkanik dari Sungai Elo dan Progo yang terletak sekitar 2 km sebelah timur candi. Saat itu sistem metrik belum dikenal dan satuan panjang yang digunakan untuk membangun Candi Borobudur adalah tala yang dihitung dengan cara merentangkan ibu jari dan jari tengah atau mengukur panjang rambut dari dahi hingga dasar dagu.

Berdasarkan prasasti Karangtengah dan Kahulunan, sejarawan J.G. de Casparis memperkirakan pendiri Borobudur adalah raja Mataram kuno dari dinasti Syailendra bernama Samaratungga, dan membangunan candi ini sekitar tahun 824 M. Bangunan raksasa itu baru dapat diselesaikan pada masa putrinya, Ratu Pramudawardhani. Pembangunan Borobudur diperkirakan memakan waktu setengah abad.

Pada awalnya, candi ini diperkirakan sebagai tempat pemujaan. J.G. de Casparis memperkirakan bahwa Bhūmi Sambhāra Bhudhāra dalam bahasa Sansekerta yang berarti "Bukit himpunan kebajikan sepuluh tingkatan boddhisattwa", adalah nama asli Borobudur. Sebagian sejarawan juga ada yang menyatakan bahwa nama Borobudur ini berasal dari bahasa Sansekerta yaitu "Vihara Buddha Uhr” yang artinya  “Biara Buddha di Bukit”.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS